Leluhur Nusantara meninggalkan satu pepatah yang tampak sederhana, tetapi sesungguhnya sangat dalam; “Jaman kula keur kula, jaman andika keur andika”, artinya; Zaman saya (leluhur) buat saya, zaman kamu untuk kamu.

 

Kalimat ini bukan sekadar pembeda zaman, bukan pula penolakan terhadap perubahan, ini adalah penanda kesadaran. Kesadaran bahwa setiap manusia hidup di masanya masing- masing, dengan tantangan, godaan, dan ujian yang berbeda. Yang dituntut bukan meniru masa lalu, juga bukan menelan mentah-mentah zaman kini, melainkan mampu hadir utuh di zamannya sendiri tanpa tercerabut dari akar kesadaran.

 

Inilah inti dari Holistik Leluhur Nusantara.

Karya Asep Mulyana
ISBN
Penerbit PT Media Penerbit Indonesia
Halaman  vii+ 180
Harga 95.000